Judul artikel kita kali saya ambil persis sama dengan bukunya Om y3dips “Hackers, It’s not about black or white” (tanpa penambahan tanda “???”). Judul ini bisa dibaca (baca: diartikan) sebagai pertanyaan maupaun sebagai pernyataan. Mengapa demikian? karena kenyataan selama ini yang memojokkan ahli-ahli keamanan jaringan (baca: HACKERS) yang diakibatkan oleh (mungkin) ketidaktahuan dari orang yang memojokkan tersebut atau karena minimnya informasi yang diperolehnya.
Apabila judul diatas diartikan sebagai sebuah pernyataan (hilangkan dulu tanda “???” dibelakangnya), maka artinya akan begini:
1. Kita telusuri deskripsi kata hacker dari kamus atau dari mereka yang berkecimpung dibidangnya. Arti kata Hacker bisa disarikan dari pernyataan Eric S. Raymond: “Hackers solve problems and build things, and they believe in freedom and voluntary mutual help.” yang selengkapnya bisa anda dapat baca disini.
Sedangkan menurut Om y3dips hacker adalah “Seseorang yang tertarik untuk mengetahui secara mendalam mengenai kerja suatu system, komputer, atau jaringan komputer”.
2. Hacking dilihat sebagai suatu aktifitas
Pak Romi Satria Wahono menyatakan bahwa “Sebagian besar literatur menyebut bahwa istilah dan budaya hacker pertama kali digunakan pada tahun 1961 ketika MIT mendapat kesempatan menikmati mesin PDP-1. Komputer pertama produksi DEC ini menjadi mainan favorit mahasiswa MIT khususnya yang tergabung di Tech Model Railroad Club. Mereka membuat alat-alat pemrograman, membuat banyak program, mengembangkan etika, jargon dan bahkan ngoprek PDP-1 sehingga menjadi mesin video-game generasi awal. Budaya inilah yang kemudian terkenal menjadi budaya hacker yang sebenarnya. Para hacker di Tech Model Railroad Club menjadi tim inti laboratorium penelitian Artificial Intelligence (AI) MIT yang menjadi pioneer dalam penelitian AI di dunia sampai saat ini.”
Beliau juga menyatakan: “Hacker dari Bell Labs bernama Ken Thomson yang dibantu oleh hacker lain bernama Dennis Ritchie dengan bahasa C-nya mengembangkan sistem operasi Unix. Kolaborasi Thomson dan Ritchie adalah kekuatan yang sangat fenomenal, karena mesin Unix dan bahasa C adalah formula manjur pengembangan sistem operasi Unix dari varian manapun sampai saat ini (BSD maupun System V dimana Linux termasuk didalamnya). Perlu dicatat juga bahwa pada tahun 1982, para hacker dari Stanford dan Berkeley yang dipimpin William (Bill) Joy mendirikan satu perusahaan bernama Sun Microsystem.”
Pada artikel yang sama beliau juga menyatakan bahwa: “Pada era 1984 saat dimulainya berbagai episode cracking yang cepat terkenal karena diangkat oleh pers dan para jurnalis. Para jurnalis mulai keliru menyebut kejahatan komputer dan penyimpangannya sebagai sebuah “hacking activities” dimana pelakuknya disebut dengan hacker.Hacker yang sebenarnya adalah seperti Richard Stallman yang berjuang dengan Free Software Foundation dan puluhan tahun bermimpi membangun sistem operasi bebas bernama HURD. Linux Torvald juga adalah seorang hacker sejati karena tetap komitmen dengan pengembangan kernel Linuxnya sampai sekarang. Kontributor dalam pengembangan Linux dan software open source lain juga adalah para hacker-hacker sejati.”
Untuk membaca penjelasan lengkap Pak Romi dapat anda baca di salah satu artikel beliau yang berjudul: meluruskan-salah-kaprah-tentang-hacker, Sedangkan apabila anda tertarik untuk mengetahui sejarah adanya Hacker maka dapat anda baca disini
3. Hacking sebagai mind concept
Pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa hacking adalah kegiatan kerja keras yang dibarengi dengan kerja cerdas dan bertanggung jawab, hacking adalah sebuah ciri kedewasaan dalam berpikir dan bertindak, dan hacker adalah manusia yang memberi manfaat kepada orang lain bahkan sekalipun orang lain tersebut tidak dikenalnya sama sekali. dan ini sangat sesuai dengan kata-kata bijak bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain.
Judul diatas juga bisa diartikan sebagai sebuah pertanyaan (bagi mereka yang pernah mendengar judul diatas sebagai sebuah pernyataan), atau bagi mereka yang mengidentikkan hacker dengan “penjahat”. Jadi benarkah “hackers” itu bukan tentang hitam atau putih? jadi dengan apakah “hacker” itu bisa dianalogikan? maka jawabannya silakan simak penjelasan diatas .. hehe…..
Saya sering mendengar (ini murni curahan hati…) banyak orang (hatta mereka yang katanya adalah ahli dibidang Teknlogi Informasi) dengan tanpa tedeng aling-aling menuduh hacker adalah maling, hacker adalah penjahat, dll……. tanpa mau mempelajari dulu konsepsi-konsepsi yang ada….. (…
pasang muka bete….. )…
Disclaimer:
1.Saya bukan seorang hacker (karena saya tidak mempunyai kemampuan hacking seperti yang di definisikan diatas)
2. Saya tidak sedang membela hackers, tapi hanya ingin ikut menyuarakan kegalauan hati akan adanya “penyimpangan” dalam menjudge suatu “kaum” tanpa adanya fakta ilmiah yang disertakan sebagai suatu bukti.
Salam.