Pengalaman Pertama Menjadi Ayah (part 2)

31 03 2008

gedubarak.. gedubrak…. tiba-tiba suatu malam saya di bangunkan oleh istri saya.
saya yang waktu itu lulungu (bahasa sundanya masih ngantuk-ngantuk) kaget ga kira-kira.
“Ada apa sayang??”.. sontak saya bertanya… “ini anak kita nangisnya kejer” (bahasa istri saya untuk mengistilahkan tangisan anak yang kenceng bgt).

Saya saat itu sesaat melongo :O dan baru sadar… o iya ya, saya dah punya anak sekarang :) .
wuiiihh  ternyata susah juga ya berkomunikasi dengan anak bayi 
dengan bahasa yang terlalu susah untuk dimengerti apalagi oleh 
orang tua baru seperti saya :(

Rasanya pengen nangis denger bocah nangis ga berhenti-berhenti tanpa diketahui apa
penyebab tangisannya. Tapi ada rasa syukur yang menyelimuti dengan hangatnya saat berada
pada puncak kesadaran tentang siapa saya sekarang dan apa yang harus saya lakukan kedepan
juga kesadaran yang mendalam mengenai kasih sayang sang Pencipta yang telah memberikan
karunia yang tiada tara besarnya.

Tapi memang terkadang stress-nya pun ga ketulungan :( …. saat badan lelah tapi harus melek..
saat pikiran capek tapi harus tetap sadar…. Tapi yah itulah seninya menjadi ayah -mungkin ya-..

Ayo… siapa lagi yang sudah siap menjadi ayah..? Jangan ragu dan bimbang bersegeralah (hehe.. ceritanya lg mempropokasi) ………. :)

Salam





Pengalaman Pertama Menjadi Ayah

31 03 2008

Menjadi ayah? .. sebagian orang mungkin sedang menantikan untuk menjabat
posisi yang satu ini, sebagian mungkin menghindarkan dirinya dari menjadi seorang ayah.

Yang menantikan mungkin karena belum pernah merasakan bagaimana
rasanya menjadi ayah atau mungkin karena ketagihan menjadi ayah.. :)

Yang menghindarkan dirinya menjadi ayah bisa jadi karena dirinya sering mendengar
tentang bagaimana susahnya menjadi seorang ayah.. atau karena sudah tau dan kapok dengan
melihat apa yang dia lihat tentang menjadi ayah kemudian menimbulkan persepsi negatif
tentang menjadi ayah.

Menjadi ayah…? hemmm… seneng.. repot….. bersyukur…. stress… itulah diantara
pergumulan perasaan yang tiap hari melanda hati saat pertama kali dikaruniai
seorang baby.





Naruto.. => ada apa seh dengan dia ?

27 03 2008
Naruto… mungkin tidak meimbulkan kesan apa-apa bagi yang tidak pernah menyelami dunia anak-anak yang satu ini (baca: anime), walaupun tidak semua anime bagus 
untuk ditonton oleh anak-anak (dan orang dewasa juga..??).

Tapi bagi yang pernah menyaksikan bebrapa kali atau mungkin malah
mengikuti ceritanya dari awal hingga yang terakhir, maka saya yakin
film anime yang satu ini meninggalkan kesan yang cukup dalam (cieehhhh…).

Kesan apakah itu..?? nah.. nah.. penasaran kan..?? Kesan yang terutama sangat terasa dan ingin disampaikan 
oleh empunya pencipta Naruto -mungkin :( - 
adalah tentang bagaimana menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan 
oleh sebagian besar manusia tetapi harus diterima oleh tokoh 
yang bersangkutan.

Kemudian yang tersirat dalam benak saya adalah biasanya suatu
cerita akan mengggambarkan keadaan orang yang bercerita,
baik dirinya secara khusus maupun keadaan lingkungannya.
Dan yang lagi-lagi menjadi pertanyaan saya adalah benarkah
masih ada suatu lingkungan yang mempunyai  nilai2 yang bisa
menginspirasi orang lain..?? -walaupun saya tidak mengatakan 
bahwa di anime ini nilai2nya wajib untuk diikuti-
dibandingkan dengan kenyataan bahwa yang terlalu sering
saya lihat adalah hal yang sebaliknya.

Tapi apapun itu, “No Regret”-nya Naruto dengan keadaan
dirinya saya pikir merupakan inspirasi yang bagus untuk kita
supaya kita juga tidak menyesal dengan keadaan kita yang serba terbatas…

Hehe… ini sebenarnya saya yang sedang berbicara dengan diri sendiri lho…

Salam





Postingan pertama neh :) => susahnya ngubah tampilan blog

27 03 2008
Wah.. wah tenyata untuk ngubah tampilan wordpress itu ga gampang juga ya.
Padahal bahan mentah semua dah dikumpulkan deh, template dah ada, tutorial banyak,
kurang apa lagi coba …. :(
Emang beginilah kalo masih newbie….. kepentok sana-sini walaupun dah coba cari yang paling mudah.
Menyerah..? no way… kayanya ga da deh kata itu dalam kamusku.
Ok deh tar dilanjut ya… sekarang mo kerja dulu.. CU