Terlambatkah aku….?? (sebuah coment untuk ‘Sabda Pagi’-nya perempuan di titik Nol)

16 04 2008

Saat membaca tulisan yang ini yang ada disini tidak tahan rasanya untuk tidak sedih…Gimana engga, dalam tulisan tersebut ada kutipan

De, dalam perjalanan hidup-ku ada dua hal yang aku takutkan:

1. Hal pertama yang aku takutkan adalah: Jatuhnya airmata emih (sebutan untuk IBU)Aku tak tak kuat jika aku melihat airmata emih jatuh di hadapanku. Dikarenakan bagiku airmata ibu itu bagaikan air sungai Gangga yang amat disucikan. Ya, itu aku menganggapnya seperti itu. Entahlah. Tapi itulah yang membuatku merasa damai bila airmata ibuku jatuh saat nanti dalam pernikahanku nanti. Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘Ibu’, dan panggilan paling indah adalah ‘Emih’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati.

2. Hal kedua ……………………..

(..selanjutnya silakan baca sendiri untuk lengkapnya..)

Siapapun dia dalam tulisan tersebut, ntah knapa aku setuju sekali…..
Tapi terlepas dari setuju atau tidak… mungkin aku adalah orang paling bodoh yang pernah hidup didunia ini…. karena terlambat memaknai sesuatu….
Berbahagialah ia yang disisinya masih ada Ibu yang harus dijaga airmatanya agar tidak tertumpah karena ketidaksopanan yang harus diterimanya dari kita anaknya….

Karena bagiku semuanya sudah terlambat… Ibu yang aku cintai, aku hormati kini telah memenuhi Panggilan sang pemilik jiwa…

Namun yang tidak akan pernah terhapus adalah perihnya hati saat teringat beberapa kali (..beberapa kali yang aku ingat.. ntah sebenarnya berapa kali..) beliau tertunduk dan terdiam karena aku menolak permintaan beliau.. padahal kalo sekarang kupikir permintaan itu tidak berat..pun tidak melanggar aturan agama…

Ah Ibu… semoga disaat dulu engkau masih ada disisi kami  anak-anakmu.. engkau telah terlebih dahulu memberikan maaf untuk anakmu ini…… atas segala kesalahan yang kami lakukan …atas segala kesusahan yang kami berikan…. atas segala kesedihan yang kami persembahkan… atas segala kegalauan hati yang kami timbulkan…. padamu Ibu…. Dan semoga Sang Pemberi Ampunan mengampunkan engkau Ibu sebagai balasan atas kesabaranmu untuk memaafkan kami…..

Persaksikanlah Ya Allah…

dialah Ibu yang telah melaksanakan hampir seluruh titah-Mu dalam menjaga titipan-MU…. kami anak-anaknya …. maka Ampunkanlah Ia ya Allah….. karena engkaulah Maha Pemberi Ampunan…….

Dan sayangilah Ia Ya Allah…sebagaimana Ia menyayangi kami sepanjang waktu…. tanpa keluh, tanpa kesah

Dan berikanlah Ia tempat yang baik disisi-Mu… Ya Allah….  sebagaimana Ia selalu berusaha memberi kami tempat yang paling baik menurut kemampuannya……. dan tautkanlah selalu hatiku dengannya…… terimalah semua alunan doa yang aku persembahkan untuknya……. jadikanlah aku sebagai ladang kebaikan bagi dirinya…..

Ya Allah hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon……..


Tindakan

Information

Satu tanggapan

17 04 2008
Rindu

Amin… kita berdo’a untuk Ibu yah, kita berdo’a, SELALU. Saya juga menulis di blog saya “ALLAH, titip salam untuk Ibu” silahkan dibaca jika berkenan.

Tinggalkan komentar